Backpacker
July 10, 2018
1 Comment
Dia berpikir bahwa dengan berpetulang ini maka akan menambah pengalamannya, bertemu dengan orang yang belum pernah dia kenal, dan mengunjungi berbagai macam tempat yang asik.
Tujuan awal perjalanannya adalah di negaranya sendiri, yakni Cina. Lalu dia memutuskan untuk naik pesawat ke Beijing dan langsung menjelajahi pedalaman yang ada di Cina.
Agar perjalanannya lebih menantang, si pemuda ini berpikir untuk menaiki bus secara acak tanpa harus tau tujuannya kemana. Dengan begitu dia akan jadi lebih mudah untuk menjelajahi wilayah-wilayah yang tak diketahui oleh para wisatawan atau turis lainnya. Tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang keren untuk bisa dibanggakan kepada teman-temannya.
Suatu hari, pemuda ini pun mulai melakukan rencananya. Dia menaiki sebuah bus secara acak tanpa tau ingin membawanya kemana. Bus tersebut mulai memasuki lembah dan hutan yang eksotis. Akhirnya bus itu mulai dipenuhi oleh warga lokal.
Namun pemuda ini merasa keanehan.
Mengapa orang-orang yang berada di dalam bus itu pada menatapnya dengan pandangan yang aneh. Mereka juga lebih memilih untuk berdiri dari pada harus duduk di kursi yang kosong. Mulanya pemuda tersebut berpikir bahwa ini adalah kejadian yang cukup wajar sebab pemuda itu sendiri merupakan orang asing. Tetapi lama-kelamaan tatapan mata orang lokal itu mulai terasa mengganggu.
Pemuda ini mulai mengabaikannya, walaupun memang sangat membuatnya tak nyaman. Tiba-tiba bus yang ditumpanginya ini berhenti di sebuah halte dan naiklah seorang gadis cantik.
Pemuda itu sedikit kaget melihat gadis cantik ini. Namun sepertinya si gadis yang justru lebih terkejut lagi saat melihat si pemuda. Gadis cantik ini mulai mendekati si pemuda dan duduk di sampingnya. Orang-orang bus kini mulai memalingkan pandangannya ke arah gadis.
"Apa yang sedang kau lakukan disini? Apakah kau tak mengetahui bahwa bus ini akan membawamu kemana?" tanya gadis itu bingung.
Beruntung sekali ternyata si gadis tersebut dapat berbicara dengan bahasa yang dimengerti. Pemuda ini sangat senang akhirnya ada teman bicara.
"Aku sebenarnya tak mengetahui bus ini akan membawa aku kemana, aku hanya ingin berpetualang" ucap pemuda tersebut.
"Sepertinya aku harus memperingati kamu kalau kau sedang dalam bahaya" kata si gadis.
"Memang kenapa?"
"Asal kau tau saja bahwa di depan sana ada sebuah tempat yang bernama 'Desa Pemakan Manusia', semua penduduk disana kanibal dan sangat suka memakan turis atau wisatawan asing yang tersesat seperti kau ini"
"Kau serius?" tanya pemuda panik.
"Tentu saja, coba kau lihat sekelilingmu jika kau tak percaya, mereka semua berasal dari desa itu"
Pemuda ini mulai melihat sekeliling orang di dalam bus dengan wajah ketakutan. Benar saja, wajah mereka semua tampak seperti orang lapar. Bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah mulai membasahi bibirnya dengan lidah, seakan-akan sedang membayangi betapa nikmatnya daging si pemuda ini.
"Sial, bus ini sudah hampir sampai dan kita harus segera kabur dari sini!" kata si gadis.
Seketika bus yang mereka tumpangi mulai berjalan lambat saat melewati sebuah tanjakan.
"Ayo ini kesempatan terakhir kita! Cepatlah lari!" jerit gadis tersebut.
Akhirnya mereka berdua dengan cepat berlari ke arah pintu bus. Sebelum para penumpang lain bereaksi, si gadis cepat-cepat menarik tuas darurat untuk membuka pintu bus. Mereka berdua segera melompat keluar dari bus. Namun sepertinya orang-orang yang berada di bus ikut keluar dan mengejarnya.
"Jangan berhenti! Tetaplah berlari!"
Dengan berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti si gadis melewati bukit yang sangat terjal. Akhirnya si pemuda ini mulai menyadari bahwa kerumunan orang yang mengejarnya sudah mulai menyerah dan lebih memilih untuk kembali memasuki bus nya lagi.
"Terima kasih ya nona cantik" ucap pemuda itu yang sedang terengah-engah sambil duduk di atas tanah.
"Nah" bisik si gadis sambil menjilat bibirnya yang sudah basah.
"Akhirnya aku bisa makan sendirian!"

Thanks for story https://bit.ly/2IYjJfL
ReplyDelete